Forum Perangkat Daerah Kabupaten Siak Tahun 2025

facebook reddit twitter email whatapps pinterest gmail telegram line yahoomail skype

SIAK - Bupati Siak, Alfedri dan Wabup, Husni Merza didampingi Sekdakab Siak, Arfan Usman membuka Forum Perangkat Daerah Penyusunan Rancangan Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah Tahun 2025 di Ruang Rapat Raja Indra Pahlawan Komplek Perkantoran Tanjung Agung Kelurahan Sungai Mempura, Kamis (18/4/2024).

Dalam kesempatan itu, Kepala Bappeda Siak, Budhi Yuwono memaparkan maksud dan tujuan forum Renja ini diulas secara kongkrit dan mendasar untuk memetakan segala kebutuhan agar terlaksananya pencapaian dan mengevaluasi kinerja perangkat daerah baik jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang berdasarkan capaian target indikator program yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Bupati Siak, Alfedri memberikan arahan kepada forum perangkat daerah supaya merancang program-program pendukung guna menaikan indek capaian yang telah diraih.

Karena melalui indek ini akan terlihat seberapa kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan tersebut melaksanakan di lapangan dan dirasakan langsung oleh masyarakat, karena itu harus terus berupaya menaikan persentase indek capaian tersebut.

"Rancanglah program kegiatan yang bisa memberikan dampak terbaik kepada masyarakat, sebab ini akan menaikan indek kesejahteraan masyarakat betul-betul terbaca, menaikan indek ini tidaklah semerta-merta justru harus bertahap terarah dan terukur," kata Alfedri.

"Dan yang lebih penting berdampak langsung kepada masyarakat, baik dari segi peningkatan pelayanan kesehatan, rata-rata pendidikan setara setingkat sekolah menengah atas (SMA) dan infrastruktur memadai guna menunjang aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat kampung," sambungnya.

Lanjut Alfedri, tentunya ini harus ditunjang dan berkelanjutan dalam menerapkan program kerjanya, seperti tersedianya layanan kesehatan sampai di tingkat kampung harus adanya layanan kesehatan setingkat Puskesmas Pembantu (Pustu) untuk memperpendek jangkauan pelayanan untuk daerah-daerah kampung terluar dan terpencil.

"Program pembangunan ini harus didasari dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat harulah terpenuhi, oleh karena itu apa yang di inginkan dan kebutuhan masyarakat menjadi prioritas kita dalam mengarahakan kebijakan," tuturnya.

"Kami tekanan di sini dalam penerapan progam terlaksana namun kesejahteraan masyarakat tidak berdampak maka ini boleh dikatakan program tidak tepat sasarannya dan jangan sampai terjadi di kabupaten siak yang kita cintai ini," pungkasnya.(infotorial)

Berita Terkait

Berita Terkini

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Form yang bertanda * wajib diisi.